H. DWI RAHAYU


PENDIDIKAN BERKARAKTER DI ESTU
01/02/2012, 12:35 am
Filed under: Uncategorized
  1. 1.      PENDAHULUAN.

Berdasarkan Standar Proses pada kegiatan pendahuluan, Guru :

  1. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
  2. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  3. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
  4. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Contoh Alternatif

  1. Guru datang tepat waktu ( contoh nilai yang ditanamkan : disiplin )
  2. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas ( idem : santun / peduli )
  3. Berdoa sebelum membuka pelajaran ( idem : religius )
  4. Mengecek kehadiran siswa ( idem : disiplin, rajin )
  5. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya ( idem : religius, peduli )
  6. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu ( idem : disiplin )
  7. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan ( idem : disiplin, santun, peduli )
  8. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
  9. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terjkait dengan SK/KD

 

2.    KEGIATAN INTI

Sesuai Permen 41 tahun 2007 pembelajaran melalui 3 tahapan yakni :

  1. Eksplorasi ( peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dan mengembangkan sikap melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa )

1)     Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam terkembang jadi guru dan belajar dari aneka sumber  (idem : mandiri, berfikir, logis, kreatif, kerjasama)

2)     Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain   (idem : kreatif, kerja keras)

3)     Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (idem : kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)

4)     Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (idem : rasa percaya diri, mandiri)

5)     Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan (idem : mandiri, kerjasama, kerja keras)

 

  1. Elaborasi (pesertya diberi peluang untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan serta sikap lebih lanjut melalui sumber-sumber dan kegiatan-kegiatan pembelajaran lainnya sehingga pengetahuan, ketrampilan, dan sikap peserta didik lebih luas dan dalam).

1)      Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna (idem : cinta ilmu, kreatif, logis)

2)      Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (idem : kreatif, percaya diri, kritis, slaing menghargai, santun)

3)      Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut (idem : kreatif, percaya diri, kritis)

4)      Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (idem : kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)

5)      Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (idem : jujur, disiplin, kerja keras, menghargai)

6)      Memfasilitasi peserta didik  membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (idem : jujur, bertanggungjawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

7)      Memfasil;itasi peserta didik untuk menyajikan hasil karya individual maupun kelompok (idem : percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

8)      Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festifal, serta produk yang dihasilkan (idem : percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

9)      Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggan dan rasa percaya diri peserta didik (idem : percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

 

  1. Konfirmasi (peserta didik memperoleh umpan balik atas kebenaran, kelayakan, atau keberterimaan dari pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperoleh oleh siswa)

1)      Memberikan umpan balik positif  dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap  keberhasilan peserta didik (idem : saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)

2)      Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber (idem : percaya diri, logis, kritis)

3)      Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (idem : memahami kelebihan dan kekurangan)

4)      Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap, antara lain dengan guru :

a)      berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (idem : peduli, santun)

b)      membantu menyelesaikan masalah (idem: peduli)

c)      memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (idem: kritis)

d)      memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (idem: cinta ilmu), dan

e)      memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (idem: peduli, percaya diri)

 

  1. 2.      PENUTUP.

Dalam kegiatan penutup, guru:

  1. bersama-sama dengan p[eserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran (idem: mandiri, kerjasama, kritis, logis);
  2. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram (idem: jujur, mengetaui kelebihan dan kekurangan);
  3. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (idem: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);
  4. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai hasil belajar peserta didik; dan
  5. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan lebih intensif selama tahap penutup.

1)      Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan, agar peserta didik difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari pengetahuan/ketrampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya.

2)      Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan ketrampilan, tetapi juga pada perkembangan karakter mereka.

3)      Umpan balik baik yang terkait dengan produk maupun proses, harus menyangkut baik kompetensi maupun karakter, dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang ditunjukkan oleh siswa.

4)      Karya-karya siswa dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai karya orang lain dan rasa percaya diri.

5)      Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian.

6)      Berdoa pada akhir pelajaran.

Faktor lain yang perlu diperhatikan:

  1. Guru harus merupakan seorang model dalam karakter. Dari awal hingga akhir pelajaran, tutur kata, sikap, dan perbuatan guru harus merupakan cerminan dari nilai-nilai karakter yang hendak ditanamkannya.
  2. Guru harus memberikan reward kepada siswa yang menunjukkan karakter yang dikehendaki dan pemberian punishment kepada mereka yang berperilaku dengan karakter yang tidak dikehendaki. Reward dan punishment yang dimaksud dapat berupa ungkapan verbal dan non verbal, kartu ucapan selamat (misalnya classroom award) atau catatan peringatan, dan sebagainya. Untuk itu guru harus menjadi pengamat yang baik bagi setiap siswanya selama proses pembelajaran.
  3. Hindari mengolok-olok siswa yang datang terlambat atau menjawab pertanyaan dan/atau berpendapat kurang tepat/relevan. Pada sejumlah sekolah ada kebiasaan diucapkan ungkapan Hooooo…. oleh siswa secara serempak saat ada teman mereka yang terlambat dan/atau menjawab pertanyaan atau punya gagasan kurang dapat diterima. Kebiasaan tersebut harus dijauhi untuk menumbuhkembangkan sikap bertanggung jawab, empati, kritis, kreatif, inovatif, rasa percaya diri dan sebagainya.
  4. Guru memberi umpan balik dan/atau penilaian kepada siswa, guru harus mulai dari aspek-aspek positif atau sisi-sisi yang telah kuat/baik pada pendapat, karya dan/atau sikap siswa.
  5. Guru menunjukkan kekurangan-kekurangannya dengan ’hati’. Dengan cara ini sikap-sikap saling menghargai dan menghormati, kritis, kreatif, percaya diri, santun, dan sebagainya akan tumbuh subur.

 Ngeseng,  Awal Nopember  2010


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: