H. DWI RAHAYU


PAK TUA JANGAN DIHINA
24/05/2011, 10:20 pm
Filed under: Uncategorized

Pak Tua jangan dihina

=Dwi Rahayu=

 Sabtu siang yang panas disebuah Dealer Sepeda Motor terkenal di Kota K ada seorang lelaki tua berkain sarung dan berbaju lurik yang sudah lusuh. Penampilannya yang lusuh  sangat kontras dengan keadaan dealer tersebut yang rapi, bersih dengan pegawai yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Setelah melihat-lihat banyak kendaraan roda dua yang baru-baru lantas menghampiri seorang frontwoman.

“Mbak   harganya Mega  Pro berapa?” lelaki tua bertanya.

” Duapuluh lima juta,” yang ditanya menjawab.

Lelaki tua itu denganmulut menganga berujar, “kok mahal ya mbak ?”

“Lho, lha bapak mau membeli apa hanya bertanya, kalau mau membeli yang bekas saja di toko sebelah harganya lebih murah”, kata frontwoman

“Kok lebih murah mbak, yang bekas lak malah lebih enak ditumpakinya”, kata lelaki tua itu.

Sementara itu si front woman dengan raut muka tidak sabar menimpali perkataan lelaki tua tersebut.

“Pak, kalau tidak akan membeli tak usah tanya-tanya, paling punyanya uang berapa to?”

“Ya Tanya dulu mbak kalau cocok siapa tau besuk punya uang lebih banya”, kata lelaki tua dan melanjutkan pertanyaanya.

“ Kalau Honda GLnya berapa mbak ?”

“ Dua puluhdua juta”, jawab si mbak ketus

“ Terus kalau Vario berapa mbak?”

Si  mbak dengan nada jengkel menjawab,”Enambelas juta?, mau beli apa Tanya-tanya saja to pak?”

“Yo Tanya dulu mbaaaaak, lebih mahal Vario daripada Beat ya?”

“Laiyalah, lebih mahal lagi  waktuku yang hilang percuma pak”

“Lho, harganya waktu berapa?”, Tanya pak tua.

Si mbak menjawab ketus,”sehari Seratus ribu, sudah sana menyebalkan”

“Ya punten mbak “

Tak lama kemudian dating pimpinan dealer tersebut mendekat menanyakan pada si frontwoman dan setelah mendapat jawaban bertanya pada pak tua tersebut.

“Pak, bapak ngersakne nopo?, tanyanya halus.

“Enggih mas, kulo tumbas Mega Pronya dua, untuk cucu saya yang mau masuk SLTA, dan kalau boleh sekalian mbaknya itu waktunya tak beli Seratus hari, Sepuluh juta yaaaaa?”, kata lelaki tua itu.

“Pak, menawi badhe mundut pikantuk, artane pundi?”

Si Bapak Tua tersebut lantas mengeluarkan buku Cek dan menandatanganinya. Karena tidak percaya si pemeimpin itu telepon untuk konfermasi, dan memang benar adanya. Lantas terjadilah kesepakatan setelah si Pemimpin itu menuliskan angka Rp 50.000.000,-.

Dan si Frontwoman wajahnya jadi pucat pasi, malu, takut, marah, semua menjadi satu.

Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Si Frontwoman tersadar, sebenarnya pak Tua tadi bisa membeli banyak barang yang dia kehendaki. Namun, karena kesederhanaannya penampilan seperti orang tak berpunya..

Pesan moral untuk kita: “Setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat”.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: