H. DWI RAHAYU


Iklankan Dirimu Sendiri
01/05/2011, 1:49 am
Filed under: Uncategorized

Iklankan Dirimu Sendiri

     Kawan, ini pemikiran tentang bagaimana kita bisa memulai tahun Ajaran Baru dengan perubahan,bagaimana melakukan reframing di tahun ini, dan tidak lagi menjadi orang yang alergi menghadapi motivasi dari diri sendiri untuk kemajuan Sekolah.

Bukankah ini yang paling sering terjadi pada diri kita? Ada yang berkata-kata di dasar hati, mengatakan bahwa sesuatu itu baik bila dilakukan. Kemudian, kita sendiri jugalah yang akhirnya menampik, dan kemudian tampil dan bertindak tetap seperti yang sudah-sudah.

Adalah lebih mudah menelusuri berbagai latar belakang di balik segala sikap, tindakan, dan perbuatan yang sifatnya konsumtif, ketimbang yang produktif. Sikap yang memunculkan tindakan saya untuk membeli handphone, membeli kendaraan, dan membeli berbagai kebutuhan lainnya, sudah terlalu sering di-endorse oleh berbagai media di zaman modern seperti televisi, koran, majalah, radio, internet, dan sebagainya.

Advertisement, ya itu dia. Misalnya saja, saya ingin membeli handphone yang punya fitur 3G dengan kamera di atas dua mega pixel. Jika ada lebih dari satu merk dan tipe handphone yang tersedia di pasaran, maka saya akan berpaling kepada fitur lain, misalnya harga yang lebih murah. Siapa yang paling berperan dalam menentukan sikap, keputusan, dan akhirnya tindakan saya? Ya semua media itu!

Saya tetap punya pilihan dan prinsip bahkan untuk tidak membeli satupun. Akan tetapi, tetap saja semua media itulah yang punya peran endorsement cukup besar. Jika saya tidak jadi membeli, maka ini bisa dikatakan bahwa semua advertisement yang ada tidak mampu membuat saya take action untuk membeli.

Bagaimana itu semua bisa terjadi?

Our mind speaks in images not words. Alias visual, alias imajinasi, alias citra. Semua media diatas  adalah alat yang ampuh untuk kebutuhan ini. Semua citra dan gambaran yang terkait dengan sebuah produk diexpose secara konsisten dan berulang-ulang. Lagi, lagi, dan lagi. Pagi, siang, sore, malam dan seterusnya. Akhirnya, kita mengambil tindakan. Lihatlah bagaimana anak-anak kita membeli jajanannya. Apa yang berpengaruh kuat? Iklan. Prosesnya adalah visualisasi, imajinasi, dan expose (awareness). Hasilnya, anak-anak take action dan mulai berbelanja.

Marilah kita menjadi pengiklan sekaligus menjadi target iklan untuk diri kita sendiri.

Apa yang diiklankan?

  • target yang hendak saya capai,
  • cita-cita saya ,
  • rencana saya ,
  • berbagai perubahan yang saya kehendaki di tahun ini,
  • perbaikan dalam hubungan dengan orang lain,
  • berbagai tips motivasi,
  • kata-kata bijak dari orang-orang suskes,
  • iklan tentang segala kesuksesan saya kepada saya.
  • iklan motivasional, dan lain dan sebagainya dan ini itu.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: